KEPEPIMPINAN GENERASI KEDUA ( 2000-2014 )

KH. Abdul Malik Dlofir Nahrawi
Kepemimpinan Generasi Kedua Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum dimulai setelah K.H. Ahmad Nahrawi wafat. Dalam sidang pertamanya, Majlis Keluarga menetapkan K.H. Abdul Malik Dlofir untuk memimpin Maqna'ul Ulum paska wafatnya Pendiri, dan Pengasuhan Santri di asuh oleh K.H. Abdul Qodir Auda, dan Untuk menangani Madrasah Mu'allimin wal Mu'allimat Al Islamiyah ( MMI ), Majlis Kiyai menetapkan K.H. Sirojul Bayan sebagai Direktur KMI. Awal kepemimpinan Generasi Kedua diliputi oleh kekhawatiran dan keraguan akan nasib Pondok Maqnaul Ulum sepeninggal Generasi Pertama.
Tetapi berkat tekad yang bulat, niat yang mantap, dan perjuangan yang tak kenal menyerah; dengan semboyan “Labuh bondo, bahu, pikir, lek perlu sak nyawane pisan” serta tawakkal kepada Allah SWT; Generasi Kedua berhasil melalui segala ujian dan rintangan untuk mempertahankan, mengembangkan, dan memajukan Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum. Banyak kemajuan yang telah dicapai oleh Pimpinan Pondok dari Generasi Kedua ini; baik fisik maupun non fisik.
Pembentukan IKSAM ( Sekarang berubah IKNAQ ), 2000
Jumlah alumni Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum mulai banyak, mereka tersebar di masyarakat dan bergerak dalam berbagai bidang kegiatan. Para alumni itu kemudian dihimpun dalam suatu wadah persaudaraan yang disebut Ikatan Keluarga Santri Alumni Maqna’ul ulum (IKNAQ),perubahan nama ini pada tahun 2023. Organisasi alumni ini lahir pada tanggal 12 Maret 2000 setelah 40 hari wafatnya Pendiri/Pengasuh Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum.
IKNAQ singkatan dari Ikatan Santri Alumni Maqnaul Ulum ,merupakan satu-satunya organisasi kealumnian Pondok Pesantren Maqnaul Ulum, berpusat di Pondok Pesantren Maqnaul Ulum dan merupakan salah satu lembaga yang berfungsi membantu tugas Pimpinan Pondok Pesantren Maqnaul Ulum untuk kepentingan dan kelangsungan Pondok,bukan Pondok Untuk IKNAQ tapi IKNAQ untuk Pondok.
IKPMU Organisasi ini berasaskan Islam, dan bersifat kekeluargaan. Keanggotaan aadalah orang laki-laki atau perempuan yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Maqnaul Ulum.
Tujuan terbentuknya IKNAQ adalah :
- Mempererat kekeluargaan dan membina persatuan umat.
- Mempertinggi budi pekerti dan kecerdasan para anggota dalam rangka pengabdian kepada Allah SWT serta berkhidmad kepada Bangsa dan Negara.
- Turut serta bertanggung jawab atas kelangsungan hidup Pondok Pesantren Maqnaul Ulum dalam rangka mencapai cita-cita menjujung tinggi agama Islam sesuai dengan amanat pendiri Pondok.
Pendirian Pondok Darul Hikmah Sumberwaru, 2002
Pondok Darul Hikmah yang ada di Desa Sumberwaru Sukowono, adalah Lembaga pendidikan di bawah Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum dengan tujuan dapat melaksanakan pendidikan yang berbasis formal dan menitik beratkan kepada pengetahuan umum dan tehnologi sehingga dapat menyiapkan santri Teknokrat sesuai amanat Pendiri yaitu Santri Teknokrat yang Ulama.Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibukalah pendidikan SMP Terbuka. Pada tahun 2002 menggagas pendirian SMA Negeri Plus berbasis pesantren yang bekerjasama dengan Dinas Pendidkan Kab Jember. Sedangkan Pondok Maqna’ul Ulum menitik beratkan kepada pendidikan agama dengan mendalami kitab-kitab klasik dengan tujuan menyiapkan santri yang ulama, maka lengkaplah misi pondok pesantren Maqna’ul Ulum yaitu menyiapkan santri yang ulama tapi tidak buta dengan sain dan tehnologi “ Ulama yang teknokrat dan Teknokrat yang ulama “.
TK HN Putra pada tahun 2005
Selain itu, tujuan pendidikan TK Islam HN Putra ( Haji Nahrawi ) adalah untuk membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, perilaku, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan. Karena TK Islam pada hakikatnya merupakan wadah bagi perkembangan seluruh aspek kepribadian anak usia 4-6 tahun yang direncanakan secara terprogram dan dikembangkan melalui kegiatan bermain sambil bermain dan bermain sambil belajar.
Pembukaan SMP Maqna'ul Ulum, Tahun 2010
SMP Maqna'ul Ulum yang didirikan tahun 2010 berdasarkan SK Kemendikbud Nomor : 421.3/2363/310/2010, SMP Maqna'ul Ulum hadir sebagai media pendidikan ummat dan merupakan jawaban bahwa Pondok Pesantren memiliki konsep keseimbangan dan tanpa adanya dikotomi antara Ilmu Pengetahuan Agama dan Ilmu Pengetahuan Umum, Sesuai dengan amanat Pendiri Pondok Pesantren dengan konsep Islamic Boarding School(SMP Berbasis Pesantren) Mata Pelajaran dan Struktur Kurikulum SMP Maqna'ul Ulum secara garis besar mengacu pada Standart Kurikulum.
Nasional yang dipadukan dengan Kurikulum MMI dan menyesuaikan dengan kondisi lokal kedaerahan sebagai muatan lokalnya pada tataran penerapan dilapangan.
Pembukaan SMK Maqna'ul Ulum, Tahun 2011
SMK Maqna'ul Ulum merupakan sekolah menengah kejuruan dengan kompetensi keahlian Multimedia, Bidang studi keahlian Teknologi Informatika dan Komunikasi, Studi Keahlian : Teknik Komputer dan Informatika, disahkan pada tahun 2011 berdasar kan SK Kemendikbud Nomor : 421.5/583.10/320/2011. SMK (Multimedia) Maqna'ul Ulum dengan konsep All in one campus atau integrated system atau Islamic Boarding School. Mata Pelajaran dan Struktur Kurikulum SMK Maqna'ul Ulum secara garis besar mengacu pada Standart Kurikulum Nasional yang dipadukan dengan Kurikulum Pondok Pesantren,Salah satu kegiatannya berupa pengembangan kompetensi siswa dengan : Intensifikasi, Class Metting, Study Lapangan, Extrakurikuler dan Praktek Kerja Industri.
Pendidikan formal yang diterapkan dipondok pesantren ini baik SMP atau SMK tidak banyak mendalami kitab-kitab klasik, tetapi santri tetap diharuskan dapat memahami kandungan kitab-kitab klasik tersebut dengan menggunakan kaedah-kaedah bahasa Arab yang telah dipelajari.
ESTAFET KEPEMIMPINAN PADA GENERASI KEDUA (2014-2015)

KH. Abdul Qodir Auda Nahrawi
Pada akhir tahun 2014, suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum, K.H. Abdul Malik Dhofir, salah seorang Pimpinan Pondok, pulang ke rahmatullah 2014. Untuk menggantikan posisi beliau sebagai Pimpinan Pondok, Majlis Kiyai menunjuk KH. Abdul Qodir dan KH. Sirojul Bayan dan KH. Mahrus Muhith sebagai Direktur MMI.
Suasana duka kembali menyelimuti Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum pada pertengahan tahun 2015; K.H. Sirojul Bayan, salah seorang Pimpinan Pondok, pulang ke rahmatullah, dan diteruskan kepengasuhan oleh KH. Abdul Qodir. Tidak lama sekitar 4 bulan setelah wafatnya K.H. Sirojul Bayan , KH. Abdul Qodir menyusul dipanggil oleh Allah SWT untuk menghadapNya.
Setelah meninggalnya ketiga Pimpinan Generasi kedua, maka kepemimpinan di lanjutkan oleh KH. Mahrus Muhith merangkap sebagai Pengasuh dan Direktur MMI. Untuk memudahkan dalam penanganan Madrasah, maka Pimpinan Pondok Menunjuk Wakil Direktur MMI Putra Ust Ali Wafa, S.Pd.I dan MMI Putri Ustdz Lailatul Badriyah, S. Ag, Ust M Kutsi, S.Pd Sebagai kepala Sekolah SMP Maqna’ul Ulum dan Ust Ahmad Baktiar Yogiarto, M. Hum sebagai Kepala Sekolah SMK Maqna’ul Ulum.
ESTAFET KEPEMIMPINAN PADA GENERASI KEDUA (2015-Sekarang)

KH. Mahrus Muhith Nahrawi
Setelah perjalanan panjang tersebut, tibalah masa bagi estafet kepemimpinan keempat generasi kedua, Setelah meninggalnya ketiga Pimpinan Generasi kedua, maka kepemimpinan di lanjutkan oleh KH. Mahrus Muhith. Tiga dari empat putra Kia Nahrawi yang telah wafat, mereka adalah ;
- Abdul Malik Dlofir Nahrawi (2000-2014)
- KH. Abdul Qodir Nahrawi (2014-2015)
- Sirojul Bayan Nahrawi (2014-2015)
Suksesi kepemimpinan pada Estafet generasi kedua ini, berfokus pada merawat dan menjaga pondasi-pondasi serta tatanan yang sudah dibagun oleh Pendiri dan Pimpinan generasi kedua. Menjaga dan mempertahankan sistem dan sunnah-sunnah pondok dengan tanpa menghilangkan nilai-nilai kepesantrenan.



