• gbanner2 hari santri
  • 70tahun
  • Bendera Milad

70 Tahun Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum, Meniti Jalan, Meraih Cita-cita

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


PP. MAQNA'UL ULUM

NPSN : 70039269

Jl. Pahlawan No.72 Sukorejo Sukowono Jember 68194 Jatim


santrisdek21@gmail.com

TLP : 083146801700


          

Banner

Statistik

Status Member

Kuliah Umum dengan tema, Manfaat Kajian Kitab Kuning Di Tengah-Tengah Masyarakat Modren




Maqna'ul Ulum -Pesantren dan kitab kuning adalah dua sisi yang tak terpisahkan dalam keping pendidikan Islam di Indonesia. Sejak sejarah awal berdirinya, pesantren tidak dapat dipisahkan dari literatur kitab buah pemikiran para ulama salaf yang dimulai sekitar abad ke-9 itu. Boleh dibilang, tanpa keberadaan dan pengajaran kitab kuning, suatu lembaga pendidikan tak absah disebut pesantren.KH. Afifuddin Muhajir Menyatakan, " Bila Pondok tidak ada Kajian kitab kuningnya, maka pondok itu tidak berhak disebut Pondok Pesantren, karena Kitab kuning merupakan sumber Ajaran Islam" Begitulah fakta yang mengemuka di lapangan. KH.Abdurrahman Wahid dalam konteks ini meneguhkan dengan menyatakan, "kitab kuning telah menjadi salah satu sistem nilai dalam kehidupan pesantren".


Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum merupakan salah satu Pesantren yang ditempati Peserta PPM Ma'had "Aly. Dalam Pelaksanaan Monitoring peserta Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat ( PPM ) 2017,  Mahasantri Ma'had Aly Al Marhalah Tsaniah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo di Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum Sukorejo Sukowono Jember. Panitia PPM memformat monitoring ini dengan bentuk Kuliah Umum dengan tema " Manfaat Kajian Kitab Kuning Di Tengah-Tengah Masyarakat Modren " dan tema-tema yang berkaitan dengan ke-Ma'had 'Aly-an bersama KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag dan Ust Abdul Wahid, M.H.I. Dengan harapan para santri dapat termotivasi untuk lebih giat mempelajari Kitab Kuning. Bersamaan dengan laju Era Globalisasi, banyak dari kalangan santri kurang minat terhadap mempelajari Kitab Kuning, disebabkan faktor lingkungan yang sangat berpengaruh. Sehingga tujuan masuk Pondok bukan lagi Tholabul Ilmi.


KH. Afifuddin Muhajir mengatakan : " Tujuan mondok Bukan sekedar menyelamatkan anak, tapi bisa selamat hingga  pulang kekampung halamannya dengan membawa ilmu yang cukup karena tanpa ilmu yang cukup akan mudah tergoda dan tidak akan bisa menjadi Mundzirul Qaum atau Agent of Change malah terbawa arus". Beliau juga mengatakan bahwa pesantren merupakan satu-satunyta benteng Aqidah Ahli Sunnah wal Jama'ah dan Pengawal Moral Bangsa".


Pada sesi terahir Acara Kuliah Umum ini di isi dengan tanya jawab dengan narasumber.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas