Pimpinan Pondok Hadiri Seminar YP3I di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

MAQNA’UL ULUM—Pimpinan Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum menghadiri Peluncuran, Pengukuhan dan Seminar Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) bertema “Terwujudnya Peran Pesantren Sebagai Garda Terdepan Pembangunan Bangsa” di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (18/03/17) lalu. Acara ini dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Habaib, Cendikiawan Muslim Profesional Muslim dan para Pengusaha Muslim. Se-Indonesia. Nara Sumber pada seminar ini antara lain KH. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA dari UNIDA Gontor, Utusan Kementerian Agama Wakil Sekjen Bapak Prof. Dr. Nur Syam, Wakil Kemndiknas, Komisioner OJK Mulyaman Haddad.
Dr. Marzuki Alie, MM.PhD. dalam sambutannya, Tujuan didirikan Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indoneisa ini untuk mensinergikan kekuatan untuk umat Islam lewat pesantren sebagai Garda pembangunan Bangsa, baik pembangunan Karakter, Ekonomi dan Kepemimpinan. Hal senada juga disampaikan KH. DR (HC) Sholahuddin Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Sekaligus Ketua Dewan Pembina YP3I saat memberikan sambutan “YP3I bertujuan untk menumbuhkan ekonomi umat. Dan juga mengatakan Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Ulama ikut dalam perlawanan melawan penjajah. peran ulama sangat besar dalam membangun bangsa. Pesantren dididirikan oleh Swasta dan anggaran utk pesantren sangat amat kecil. Sedangkan potensi pendidikan pesantren sangat besar.
Meurut Prof Dr Nur Syam Wakil Sekjen Kemenag yang menjadi pembicara dalam seminar I tersebut dengan Topik “Memperkuat peran pesantren sebagai benteng pembangunan karakter anak bangsa” mengatakan perttaman : Pondok Pesantren harus melakukan Intropeksi dari terkait dengan tantangan. Tantangan besar bagi pesantren yaitu Tantangan penguatan kader Ulama, Tantangan kekerasan dalam dunia pendidikan dan tantangan pendidikan berbasis kewirausahaan. Kedua : Pesantren harus menjadi sebagai penguatan kader ulama, jangan sampai pesantren lepas dari corak pendidikannya.
Menurut KH. Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, Pondok pesantren harus memiliki Panca Jiwa yaitu Jiwa Keikhlasan, Jiwa Kesederhanan, Jiwa Kemandirian, Jiwa ukhuwah Islamiyah, Jiwa Kebebasan. Apabila itu dijiwai oleh seluruh warga pondok. Maka Pendidikan Spiritual, Karakter, Akademis, Kehidupan ekonomi akan menjadi stabilitas pesantren. Kehidupan bisnis bisa menupang ke khidupan akademis dan sebaliknya. Dunia dan akhirat didaptkan dipesantren. Pendidikan karakter hal yg sangat penting. Pendidikan karakter dapat dengan Penugasan. pendidikan spiritual tidak hanya untuk jiwa saja tetapi badannya juga.
Sementara Mulyaman Haddad Komisioner OJK mengatakan Pesantren harus menjadi sebagai lokomotif pusat ekonomi dan menjadi sebagai doktrin ekonomi. Pesantren harus bisa menjadi subjek bukan hanya menjadi objek. pesantren menjadi sumber sumber usaha dan menjadi sumber sumber ekonomi memperdayakan masyarakat sekitar. Isu ekonomi hrs di bangun dan membangun karakter dan sumber daya manusia. Pesantren harus memiliki pusat pelatihan dan pengelola usaha. Pesantren harus jadi inkubator kegiatan wirausaha. pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Wujud Kesyukuran Menginjak Usia ke- 70 Tahun, Maqnaul Ulum Laksanakan Sujud Syukur
- Maqnaul Ulum Scout Skill Competition 2025(SSC) Pramuka Penggalang se-Besuki Raya
- Peringati Milad Ke-70 Tahun, Pondok Pesantren Maqnaul Ulum Adakan Festival Banjari se-Besuki Raya.
- Launching Rangkaian Kegiatan Peringatan 70 Tahun Pesantren Maqnaul Ulum
- Sederhana tapi Khidmat, Santri Maqnaul Ulum Gelar Upacara HUT ke-80 RI
Kembali ke Atas



